Menu Close

PPID LAN

Pemimpin Perubahan Harus Berani Ambil Resiko

PEJOMPONGAN – Proyek perubahan merupakan salah satu program wajib bagi peserta Pendidikan dan Pelatihan Pimpinan tingkat II. Program inovasi yang mereka buat diharapkan membawa perubahan ke arah lebih baik bagi instansi dan lembaganya. Sekolah Pimpinan Nasional Lembaga Administrasi Negara (SPIMNAS LAN RI) sebagai penyelenggara Diklatpim II mengadakan Seminar Laboratorium Kepemimpinan Diklatpim II di Graha Wisesa, Pejompongan, Jakarta, Selasa (26/08).

Peserta dibagi dalam enam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut mengalokasikan waktu 10 menit bagi masing-masing penyaji. Sedangkan pembahas narasumber dan mentor diberikan alokasi waktu 20 menit untuk menanggapi presentasi dari penyaji. Coach sendiri memiliki alokasi 5 menit untuk memberikan tanggapannya. Lalu penyaji diberikan waktu 10 menit untuk memberikan tanggapan. Sehingga total waktu untuk satu kali presentasi sekitar 45 menit.

Seminar Laboratorium Kepemimpinan Diklatpim II itu sendiri diikuti oleh pejabat setingkat eselon II dari berbagai kementerian, lembaga dan pemerintah daerah. Diharapkan dengan seminar ini, para peserta dapat berbagi pengalaman dengan peserta lain dalam membuat proyek perubahan maupun inovasi. Dengan demikian diharapkan mereka dapat membuat perubahan yang lebih baik untuk instansinya maupun dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, peserta diharapkan dapat menjaga hubungan yang baik dengan stakeholder baik yang dari dalam (internal stakeholder) maupun yang dari luar (eksternal stakeholder). Diharapkan pula peserta dapat melihat resistensi atau penolakan dalam setiap inovasi maupun proyek perubahan yang mereka lakukan. Dengan demikian kendala ataupun hambatan yang terjadi atau akan terjadi dapat diminimalisir. Sehingga proyek perubahan tersebut dapat memberikan efek terhadap instansi yang bersangkutan. (danang/choky)

Leave a Reply

Your email address will not be published.