Menu Close

PPID LAN

BPJS Masih Miskin Sosialisasi

Program BPJS Kesehatan  yang telah diberlakukan pemerintah sejak 1 Januari 2014 dirasakan masyarakat masih kurang sosialisasi. Padahal, BPJS merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka perwujudan sistem jaminan sosial dan kesehatan (SJSN).

“Sosialisasi BPJS dirasakan masyarakat masih belum merata, terutama di wilayah-wilayah terpencil,” kata Peneliti Madya LAN,   Marsono, dalam acara diskusi terbatas “Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional”, di Gedung LAN Lantai 5, Veteran (26/9).

Ia menambahkan, masih banyak permasalahan terkait implementasi BPJS. Berdasarkan survey yang dilakukan beberapa stakeholders dan masyarakat pengguna BPJS, mereka mengaku mengalami kesulitan dalam mekanisme penggunaan kartu jaminan kesehatan tersebut.

“Disamping itu, juga terdapat perbedaan komitmen antara manajemen dan penyedia layanan kesehatan,” ungkapnya.

Perwakilan BPJS, dr.ikhsan menampik tudingan sosialisasi BPJS yang masih kurang. Ia beranggapan sosialisasi BPJS telah cukup berhasil. Hal ini terbukti dari jumlah pendaftar peserta BPJS kesehatan yang mengalami kenaikan hingga 15 juta pendaftar selama kurun waktu 6 bulan sejak diberlakukan.

“Namun disadari memang pelayanan pendaftaran BPJS masih belum maksimal dikarenakan sumber daya manusia yang kurang sehingga menimbulkan antrian dalam proses pembuatannya,” ungkapnya.

Diskusi terbatas ini diwarnai banyaknya pertanyaan yang muncul mengenai BPJS dan mekanismenya. Selain itu, juga disampaikan beberapa masukan yang patut dipertimbangkan mengenai beberapa hal, antara lain perlunya evaluasi dan pembenahan sistem dan prosedur BPJS yang memungkinkan informasi dapat tersebar sampai wilayah-wilayah terpencil. Disamping itu penyamaan persepsi terhadap rumah sakit baik pusat maupun daerah sehingga pelayanan kesehatan ini dapat dirasakan sama dan merata diseluruh wilayah di Indonesia.(Cq)

Leave a Reply

Your email address will not be published.