Menu Close

PPID LAN

Bedah Buku : Akses Keadilan dan Migrasi Global, Kisah Perempuan Indonesia Pekerja Domestik di Uni Emirat Arab

JAKARTA – Perpustakaan Sekretariat Wakil Presiden RI menggelar bedah buku “Akses Keadilan dan Migrasi Global, Kisah Perempuan Indonesia Pekerja Domestik di Uni Emirat Arab”. Buku tersebut merupakan hasil karya Prof. Dr. Sulistyowati Irianto, di Auditorium Istana Wakil Presiden RI, Kamis (21/8).

Sulistyowati Irianto mengatakan, tanah Arab sebagai tujuan kerja memang menjadi pilihan para pencari kerja, karena berbagai harapan yang terkait dengan identitas religiositas. Tanah Arab dipandang sebagai tanah harapan, tanah suci, namun mereka sama sekali tidak memiliki pemahaman tentang konteks sosial dan Budaya Arab. Suatu pengetahuan yang sangat penting sebelum berangkat.

Disamping ketiadaan pengetahuan tentang hukum yang bisa diakses untuk melindungi mereka di negara tujuan. Mereka terkejut karena ternyata justru di Tanah Harapan, mereka tidak memperoleh kesempatan bahkan untuk bersembahyang lima waktu, suatu praktik keagamaan yang biasa mereka lakukan di kampung halaman. Beban kerja yang berlebihan dan jam kerja yang panjang adalah salah satu kenyataan yang harus mereka hadapi, katanya.

Pada kesempatan yang sama Titiek Kartika Dosen Universitas Bengkulu yang bertindak sebagai pembahas pada bedah buku ini mengatakan secara umum, buruh migran perempuan di Uni Emirat Arab mengalami pijakan sosio-ekonomi dan legal yang gamang dan lemah. Mereka bekerja di negara dengan kultur yang asing, kadang tidak terdokumentasi, dan memiliki rata-rata pendidikan yang rendah.

Penelitian ini sangat penting, untuk memberikan pemahaman mengenai konteks riil agar dapat menjelajahi perjalanan panjang membangun pengetahuan hukum pada akhirnya menyediakan payung hukum yang menjamin keadilan bagi buruh migran pekerja rumah tangga, ujar Titiek.

Titek nambahkan Buku ini sangat penting, bukan saja untuk kalangan akademik, tapi juga untuk LSM dan para pembuat kebijakan. (ft/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.