Jakarta – Lembaga Administrasi Negara (LAN) memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan birokrasi berkelas dunia. Hal ini diwujudkan melalui penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan bagi PNS yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, termasuk juga kurikulum Pelatihan Kepemimpinan Nasional.

“Kurikulum untuk PKM Tingkat I ini dimaksudkan agar terbentuk sosok pimpinan tinggi yang memiliki kompetensi dan kemampuan melakukan perubahan dan juga kolaborasi dalam upaya pembangunan pemerintahan,” jelas Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto, M.Si dalam laporannya pada Upacara Pelepasan Peserta Diklatpim Tingkat I Angkatan XXXIX Tahun 2018 di Aula Graha Makarti Bhakti Nagari, LAN Pejompongan, Senin (29/10).

Demi mencapai tujuan tersebut, kata Kepala LAN, para peserta pelatihan Diklatpim Tingkat I dibekali dengan materi yang mencakup self-mastery, managing policy, managing collaborative change, serta aktualisasi kepemimpinan kolaboratif. Seluruh materi pelatihan diberikan melalui metode klasikal dan juga non-klasikal dengan e-learning.

Selain bekal materi, para peserta juga diwajibkan menyusun proyek perubahan dan menjalani ujian akhir dengan sistem computer-based test sebagai syarat lain untuk kelulusannya. Agar makin memperluas wawasan dan pengalaman para peserta PKM Tingkat I, diadakan juga agenda benchmarking melalui kegiatan Visitasi Kepemimpinan Nasional ke Shanghai, Tiongkok.

“Visitasi ke Tiongkok ini dimaksudkan agar para peserta memeperoleh tambahan wawasan dan pengalaman dalam rangka penyusunan policy paper mereka. Hasilnya adalah angkatan yang luar biasa. Kawan-kawan tidak hanya berhasil menyusun policy paper, tetapi juga menyampaikannya pada Wakil Presiden dan usulannya langsung diterima,” jelas dia.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi Syafruddin juga menyampaikan apresiasi pada alumni Diklatpim Tingkat I Angkatan XXXIX Tahun 2018.

Menurut Syafruddin, beban dan tanggung jawab yang diemban oleh para lulusan Diklatpim Tingkat I ini cukup berat. Apalagi Indonesia saat ini hendak mewujudkan world-class bureaucracy di tengah era Revolusi Industri 4.0.

“Saya berharap alumni pelatihan ini mampu menjadi agen perubahan nasional sehingga dapat mengakselerasi terwujudnya birokrasi pemerintahan yang bersih, akuntabel, efektif, dan efisien demi memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” kata dia.

Syafruddin juga berpesan agar ide-ide, hasil pemikiran, serta proyek perubahan yang didapatkan dari pelatihan kepemimpinan dapat diimplementasikan ketika mereka kembali ke instansi masing-masing. Selain itu, dia juga menghimbau agar para peserta juga terus menjaga serta mengembangkan jejaring yang telah didapat melalui interaksi dalam proses pelatihan ini.

Diklatpim Tingkat I Angkatan XXXIX 2018 meluluskan 30 alumni yang berasal dari berbagai Kementerian/Lembaga Pusat dan Daerah.  Acara ditutup dengan penyerahan Sertifikat Kelulusan secara langsung oleh Menteri PAN & RB Syafruddin kepada para peserta Diklatpim. (Ima/budiprayitno)